Sepeda Petualang

By : Donvito Ghani AZ

                        Bersepeda adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, seperti yang biasa kami lakukan di minggu pagi. Kadang kami cuma berdua aku dan ayahku, tapi seringkali juga bersama dengan adik dan ibuku. Kali ini kami sengaja bersepeda berdua hanya aku dan ayahku karena rute yang rencananya akan kami tempuh lumayan jauh diperkirakan bisa sampai setengah hari kami bersepeda. Pada hari yang telah kami sepakati di minggu pagi selepas subuh kami berdua bersepeda menggunakan sepeda Federal kebanggaan kami.

                       Tujuan pertama yang kami tuju adalah jembatan Bantar di mana aku tertarik dengan adanya beberapa jembatan yang berjajar di sungai Progo tepatnya di daerah Sentolo yaitu perbatasan antara Kulonprogo dan Kabupaten Bantul. Alhamdulillah perjalanan lancar sampai ke daerah Gamping di mana sampai di sana tiba-tiba perutku  terasa lapar. Dan akupun langsung mengejar ayahku mengajak mencari warung makan.Alhamdulillah tak jauh dari Gamping tempatnya di sekitar daerah Rewulu Kami menemukan sebuah warung gudeg. Dan berhentilah kami disitu.

                      Lumayanlah satu porsi nasi gudeg, telur, dan teh hangat sebagai pengobat rasa lapar ku karena memang dari subuh tadi belum makan dan langsung sepedaan . Sekitar setengah jam beristirahat disitu kami melanjutkan perjalanan menuju jalan ke jembatan Bantar. Di tempat ituKami melihat beberapa jembatan yang berjajar menghubungkan daerah Kabupaten Bantul dan Kulonprogo. Aku takjub dan langsung mengajak ayahku berfoto foto disana.Beberapa saat kami menikmati pemandangan kami pun melanjutkan perjalan menuju rumah almarhum kakekku di brosot, yang sekarang ditempati oleh pakdheku.

                     Setelah setengah perjalanan tepatnya nya di perempatan sentolo kami bertemu dengan sepupuku, yaitu anak dari pakdheku yang rumahnya di brosot. Jalan nya naik turun. Walaupun aku sangat capek, tapi aku tak patah semangat aku tetap ingin mencoba. Semua tanjakan berhasil ku lewati, kecuali tanjakan terakhir. Di tanjakan terakhir aku sudah sangat capek, perut ku mual, kepalaku pusing seperti ingin pingsan. Mau tidak mau aku harus tetap sampai di puncak tanjakan itu. Dengan sisa tenaga aku menuntun sepedaku hingga puncak tanjakan itu.

                     Sesampainya  di puncak tanjakan itu akupun langsung duduk dan meluruskan kaki ku sambil minum. Lega sekali rasanya sudah bisa melewati tanjakan itu. Kamipun beristirahat, mungkin setengah jam.Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan. Ayahku mengajakku ke bendung Kamijoro. Suasana disana sejuk sekali,   lumayan banyak orang disana.ayahku langsung memfotoku. Ayah ku mengajak ku pulang namun aku tidak mau dan ingin tetap ke rumah pakdheku. Kami pun melanjutkan perjalanan nya. Ayah ku mengajak ku lagi ke bendung sapon. Disana lumayan sepi, hanya ada beberapa orang yang lewat.        

              Tidak pakai lama kami langsung melanjutkan perjalanannya. Sebelum sampai di rumah pakdheku kami makan mie ayam, karena aku sudah mulai lapar lagi .Setelah itu kami langsung ke rumah pakdhe ku. Namun  kami hanya sebentar disana.Setelah cukup minum, kemudian buang air. Dah setelah itu ayah mengajakku pulang. Diperjalanan cuacanya sangat panas. Tidak lupa kami mampir ke bantul. Tepatnya di alun alun Paseban. Karena dulunya di dekat sana ada rumah nenek ku. Kami mampir di alun alun Paseban sebentar untuk istirahat.Dan kamipun bergegas pulang, karena bunda ku ingin belanja. Sesampainya aku dirumah, ternyata kami sudah sepedaan sejauh 90 Km.